Bisakah Anda bayangkan kalau ternyata anak cucu kita di masa depan menjadi sulit menerka seperti apa bentuk, warna dan suara auman seekor harimau ? Yang ada mereka hanya melihat foto, gambar lukisan atau film tentang kejayaan si raja hutan yang telah punah.
Kondisi itu bisa saja terjadi di Indonesia kalau merujuk data terakhir Lembaga Konservasi Internasional (IUCN), bahwa jumlah populasi harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) di hutan pulau Sumatera di tahun 2008 tak sampai 400 ekor.
Selain terus diburu manusia untuk bahan obat dan diawetkan, kehidupan harimau Sumatera juga terancam akibat pembabatan hutan yang membuat habitatnya makin rusak. Dengan wilayah hutan yang berkurang membuat hewan mangsa harimau (babi hutan, kijang, dsb) juga ikut punah. Menurut lembaga IUCN, harimau Sumatera termasuk dalam daftar critically endangered (ancaman kepunahan tinggi). Subjenis panthera tigris sumatrae sendiri termasuk dalam delapan sub jenis harimau yang ada di dunia.
Akankah nasib harimau Sumatera menyerupai “saudaranya” sub jenis harimau Jawa (punah sejak 1980) dan sub jenis harimau Bali (punah sejak 1940)? Semoga tidak…..!
Jumat 22 Januari 2010, sekitar pukul 14.00 WIB, Artha Graha Peduli (AGP) dan Departemen Kehutanan Republik Indonesia kembali akan melakukan pelepasliaran sepasang harimau Sumatra (panthera tigris sumatrae) – jantan dan betina – di kawasan Tambling Wildlife Nature Conservartion (TWNC) sebuah kawasan konservasi hutan dan alam yang berada dalam area hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Program pelepasliaran harimau Sumatera di TWNC termasuk aksi pertama kali di dunia dalam rangka mengembalikan satwa harimau ke habitat aslinya di hutan. Umumnya aksi penyelamatan harimau di berbagai dunia justru dilakukan dalam area konservasi khusus yang tidak alami dan terbatas luas wilayah hutannya.
Selain dihadiri Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu II, aksi pelepasliaran sepasang harimau Sumatera di TWNC 22 Januari 2010 ini juga dihadiri oleh pejabat Departemen Kehutanan dan seluruh anggota tim Artha Graha Peduli . Aksi pelepasliaran ini akan disiarkan langsung (live) di Metro TV mulai pukul 14.00 -15.00 WIB. (DW)
Copyright © 2009. All right reserved.

Lalu bagaimana evaluasi nya
Lalu bagaimana evaluasi nya setelah dilepasliarkan? takutnya di tempat barunya,dia tidak bisa diterima begitu saja dengan komunitas setempat yg membuat dia tambah terpojok...