Ujung selatan pulau Sumatra berbentuk seperti garpu dan Tambling merupakan areal yang terletak di bagian paling ujung barat dari kaki garpu.
Nama ‘Tambling’ sesungguhnya merupakan kependekan dari Tampang-Belimbing, yakni diambil dari nama lokasi Teluk Tampang di bagian timur dan Tanjung Belimbing di bagian barat. Sejak tahun 1992 PT Adhiniaga Kreasinusa telah memperoleh ijin untuk mengelola Tambling sebagai wilayah wisata seluas 100 ha.
Belakangan, pada bulan Juli 2008, perusahaan ini memperoleh ijin dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan untuk meningkatkan kegiatan pengelolaan dan pengamanan seluas 45.000 ha. Wilayah kerja PT Adhiniaga Kreasinusa di Tambling diberi nama ‘Tambling Wildlife Nature Conservation’ (TWNC).
Wilayah TWNC masih tertutup oleh hutan yang cukup baik. Wilayah ini terdiri dari hutan hujan tropika dataran rendah, hutan pantai, hutan mangrove, danau dan rawa air tawar, serta hutan dataran rendah sekunder. Di bagian timur wilayah ini terdapat enclave yang cukup besar di Pangekahan (lihat peta TWNC).
TWNC merupakan habitat yang baik bagi sambar Cervus unicolor, muncak Muntiacus muntjac, kerbau liar Bubalus bubalis, babi hutan Sus scrofa, beberapa spesies mamalia kecil seperti napu Tragulus napu, kancil Tragulus javanicus, dan landak Hystrix brachyura. Itik serati Cairina scutulata yang sangat langka masih sering mengunjungi Danau Sei Leman dan Menjukut di TNWC.
Banyaknya individu dan spesies mamalia yang berpotensi sebagai mangsa harimau, membuat TWNC sangat cocok sebagai habitat untuk melepasliarkan harimau dari NAD. Infrastruktur di TWNC telah terbangun dengan rapih, jejaring jalan hutan, landasan pesawat terbang dan darmaga telah tersedia, peta dasar sudah dibuat, base camp dan pondok penginapan (guesthouses) telah dibangun, kendaraan tersedia dalam jumlah cukup, informasi tentang flora dan fauna telah dikumpulkan, serta sumberdaya manusia telah cukup dan siap dilatih untuk kegiatan pelepasliaran harimau di lokasi tersebut.
Copyright © 2009. All right reserved.
